Get Adobe Flash player

Instansi Eksternal

dwp-purworejo.org

kwarcabpurworejo.org

pa-purworejo.go.id

pn-purworejo.go.id

indonesia.go.id

bappenas.go.id

Alamat dan Telepon

Daftar Telpon Penting
(Kode telpon 0275) Purworejo
PEMDA 321012
POLRES 110
RSUD 321118
PLN 321043
Telkom 162
PDAM 321050
PMI
321348
PEMADAM
324218/324219
SATLAK PBA
323850
POS
161
Home

ILPPD Purworejo 2009

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

KABUPATEN PURWOREJO TAHUN ANGGARAN 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Saudara-saudara warga masyarakat Kabupaten Purworejo yang kami hormati.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rakhmat dan hidayah-Nya. Selanjutnya pada kesempatan ini kami dapat menyampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2009.

Sesuai amanat Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah wajib untuk memberikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah dan menyampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) kepada masyarakat. Ketentuan tersebut telah dijabarkan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. Adapun tata cara penyampaian ILPPD kepada masyarakat diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7A Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat Atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) ini disampaikan dengan harapan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pemerintahan daerah di bidang pemerintahan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat pada Tahun Anggaran 2009, sesuai Prioritas Umum Pembangunan Daerah Tahun 2009.

Selanjutnya melalui media cetak ini kami informasikan ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2009 sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

A. VISI DAN MISI

1. VISI :

“Menuju masyarakat Purworejo yang lebih sejahtera dengan meningkatkan kemandirian serta daya saing, melalui penyelenggaraan pembangunan daerah yang aspiratif, dengan dukungan birokrasi profesional, dan bersih dari korupsi serta peran serta aktif sektor swasta dan masyarakat”.

2. MISI :

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, misinya adalah:

a. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan politik melalui pemberdayaan pemerintahan desa dan penjaringan aspirasi masyarakat dengan memanfaatkan mekanisme politik yang sehat dan dinamis. Pemberdayaan masyarakat sosekpol.

b. Meningkatkan keberdayaan pemerintahan desa sebagai perwujudan otonomi pemerintah desa melalui desentralisasi fiskal dan kewenangan.

c. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada pemberdayaan perekonomian rakyat melalui penguatan keterkaitan sektoral, regional dan global.

d. Meningkatkan profesionalisme birokrasi melalui upaya peningkatan kemampuan pegawai serta peningkatan efektivitas pelayanan publik dalam rangka penyelenggaraan kepemerintahan yang baik (good governance).

e. Meningkatkan pengawasan untuk lebih menjamin terlaksananya kepemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi.

Sebagaimana telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pada Tahun Anggaran 2009 telah dilaksanakan melalui proses perencanaan yang matang. APBD Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2009 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 1 Tahun 2009 pada tanggal 10 Januari 2009. APBD tersebut merupakan salah satu tahap dalam pengelolaan keuangan daerah untuk masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai 1 Januari sampai dengan 31Desember 2009. Selain itu, APBD tersebut sebagai rencana operasional tahunan yang disusun berdasarkan pendekatan kinerja, artinya sistem anggaran tersebut mengutamakan pencapaian hasil karya dengan alokasi dana berdasarkan target yang ditetapkan dan berpedoman pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2009. Penentuan prioritas program dan kegiatan pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam penyusunan APBD Tahun 2009 didasarkan pada rasionalisasi dan sinkronisasi program baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Purworejo melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) dengan memperhatikan pula kesesuaian tugas pokok dan fungsi satuan kerja untuk melaksanakan kegiatan dalam pencapaian kinerja yang diinginkan serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

B. PRIORITAS PEMBANGUNAN

Berdasarkan isu-isu aktual pada tahun 2009, serta mengingat kapasitas fiskal dan ketersediaan sumber dana yang terbatas, maka prioritas pembangunan pada tahun 2009 adalah prioritas yang terfokus pada upaya penyelesaian masalah mendesak dan berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Prioritas-prioritas tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan prioritas utama pembangunan/ rehabilitasi gedung sekolah, penambahan unit kelas baru, serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan untuk mempercepat penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.

  2. Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat dengan didukung pembangunan/rehabilitasi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Polindes, pengadaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama bagi penduduk miskin.

  3. Meningkatkan dan memantapkan kondisi infrastruktur daerah berupa jalan, jembatan dan irigasi untuk peningkatan produktivitas pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan.

  4. Meningkatkan dan memantapkan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada pengembangan, pembangunan/rehabilitasi pusat-pusat perdagangan dan industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dalam skala mikro, kecil dan menengah.

  5. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama meningkatkan kemandirian desa, penanggulangan kemiskinan, perbaikan permukiman penduduk, pengadaan sarana air bersih, lingkungan hidup, upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat guna memerangi dan menanggulangi penyakit busung lapar serta mendukung perbaikan gizi masyarakat, kegiatan-kegiatan pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dalam upaya terwujudnya kesetaraan dan keadilan, pengalokasian belanja modal untuk kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan peran serta dunia usaha dan masyarakat sehingga dapat menyerap tenaga kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan baru.

  6. Revitalisasi sistem penyuluhan bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dalam upaya penerapan kebijakan dan strategi peningkatan pendapatan, pembangunan/rehabilitasi sarana dan prasarana peternakan, perkebunan dan perikanan dalam upaya mencegah penularan penyakit hewan, tanaman, dan pembinaan petani hutan

  7. Melanjutkan pembangunan kawasan selatan-selatan dan wilayah perbatasan / terpencil.

  8. Meningkatkan kinerja aparatur daerah.

  9. Memantapkan pelayanan dasar lainnya.

Kebijakan umum pengelolaan keuangan Kabupaten Purworejo Tahun 2009 merupakan kebijakan yang berbasis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), memuat kebijakan pengelolaan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah Tahun Anggaran 2009. Dalam APBD terdapat berbagai program dan kegiatan serta tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap bidang kewenangan yang akan dilaksanakan, baik yang masuk dalam urusan wajib maupun urusan pilihan dalam Tahun Anggaran 2009. Mengingat kurang seimbangnya antara beban tugas pelayanan kepada masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan kemampuan keuangan daerah, maka diperlukan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah yang ekonomis, efisien dan efektif. Hal itu ditunjukkan dengan pengelolaan belanja yang lebih mengutamakan pendanaan untuk kebutuhan riil dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan selaras dengan harapan dari pemangku kepentingan lainnya.

II. PENYELENGGARAAN URUSAN DESENTRALISASI

Untuk mencapai Prioritas Umum Pembangunan Daerah Tahun 2009, telah dilaksanakan berbagai program/ kegiatan dalam bidang-bidang yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purworejo. Utrusan Pemerintah Daerah yang terdiri dari Urusan Wajib yang meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perencanaan Pembangunan, Perumahan, Kepemudaan dan Olahraga, Penanaman Modal, Koperasi dan UKM, Kependudukan dan Catatan Sipil, Ketenagakerjaan, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Perhubungan, Komunikasi dan Informasi, Pertanahan, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sosial, Kebudayaan, Statistik, Kearsipan, Perpustakaan. Sedangkan Urusan Pilihan meliputi Kelautan dan Perikanan, Pertanian, Kehutanan, Energi dan Sumberdaya Mineral, Pariwisata, Industri, Perdagangan, Ketransmigrasian.

Prioritas Umum Pembangunan Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2009 mencakup 4 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian dalam arti luas dan infrastruktur.

Seiring dengan diberlakukannya Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purworejo, telah ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo, yang akan mengelola Purworejo sesuai kewenangan, kemampuan, dan potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo.

A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan

1. Pendidikan

Kualitas pendidikan di Kabupaten Purworejo mengalami peningkatan, antara lain terlihat dari meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Pada Tahun 2009 APK/APM untuk SD/MI/Paket A mencapai 105,01%, hal ini merupakan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan tahun 2008 yang hanya 101,03%. Peningkatan APK/APM juga dicapai jenjang pendidikan SMP/MTs/Paket B dari 88,29% menjadi 88,90%, SMA/SMK/MA/Paket C dari 67,96% menjadi 67,97%.

Hasil kegiatan dalam peningkatan kualitas pendidikan antara lain:

a. terehabilitasinya ruang kelas dan sarana pendidikan TK/RA, ruang kelas rusak sedang, rehabilitasi SDN;

b. tersedianya operasional untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) SD/MI dan SMP/MTs;

c. terbangunnya Ruang Laboratorium IPA SMA SBI SMAN 1 Purworejo, Ruang Laboratorium IPA SMA SBI SMAN 7 Purworejo, Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK 1 Purworejo;

d. tersedianya Alat Laboratorium dan alat peraga pembelajaran SMP/MTs, SMA, dan SMK;

e. tersedianya bantuan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS);

f. bantuan penerapan manajemen berbasis kinerja berupa Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) pada SMPN 2 & SMPN 3 Purworejo, SMAN 1 dan SMAN 7 Purworejo, SMKN 1 Purworejo.

2. Kesehatan

Upaya-upaya yang dilakukan dalam pembangunan bidang kesehatan, di samping meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di RSUD dan Puskesmas beserta jaringannya, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain dari indikator Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). AKB mengalami peningkatan dari 8,5/1000 kelahiran hidup menjadi 10,5/1000 kelahiran hidup, sedangkan AKI mengalami penurunan dari 164,49/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2008 menjadi 109,17/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Adapun hasil kegiatan antara lain :

a. tersedianya obat, reagen dan alat kesehatan pakai habis 60 jenis;

b. terbantunya pelayanan kesehatan 2.446 gakin non quota Depkes.

c. terlaksananya pelayanan rawat jalan dan rawat inap;

d. tersedianya mobil ambulans, almari penyimpanan obat, troley, note, printer, pusling kit;

e. terlaksananya kemitraan pengobatan bagi pasien kurang mampu di RSUD Saras Husada;

f. terehabilitasinya bangunan RSUD Saras Husada;

g. terbangunnya instalasi air bersih di RSUD Saras Husada;

h. tersedianya implant kit dan BKB kit.

3. Lingkungan Hidup

Hasil kegiatan antara lain tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan persampahan. Sedangkan dalam mendukung program bebas asap rokok, telah dibangun smoking area di lokasi kantor Setda, Dinas Kesehatan, Gedung DPRD, RSUD Saras Husada dan UPT Puskesmas. Sedangkan untuk mendukung suksesnya penilaian Adipura, telah dilaksanakan survey titik lokasi pemantauan Adipura dan penyusunan buku Adipura 2009.

4. Pekerjaan Umum

Di Kabupaten Purworejo terdapat jalan kabupaten sepanjang 764,29 km. Jalan kabupaten dalam kondisi baik pada tahun 2008 sepanjang 385,34 km (50,42%) meningkat menjadi 466,40 km (61,02%) pada tahun 2009. Ini karena telah dilakukan peningkatan kualitas jalan, antara lain di ruas jalan Kalimeneng-Purbayan. Selain itu juga dilakukan pemeliharaan jalan antara lain jalan Jeketro - Donorejo, Piyono – Cokroyasan, Gebang – Megulung, Pituruh – Kesawen. Dibangunnya jembatan di Desa Lubang Lor dan Desa Kendalrejo, serta terpeliharanya jembatan Kembaran I Desa Banyuasin. Dengan terselesaikannya kegiatan tersebut, diharapkan akan semakin memperlancar arus transportasi antar wilayah. Untuk memberikan penerangan jalan yang memadai bagi pengguna jalan sekaligus menambah keindahan kota pada malam hari, telah dilakukan revitalisasi lampu penerangan jalan umum (LPJU) Kota Purworejo dan Kutoarjo Tahap I. Sedangkan untuk mendukung pembangunan di bidang pertanian telah dilaksanakan pengelolaan dan pengembangan sumber daya alam yaitu : rehabilitasi/pemeliharaan daerah irigasi (DI) Gunung Butak, Kedondong, Kalisemo, Penungkulan, Jrakah, Bendung Tegalduren, dan Bendung Kebokuning, serta operasi/pemeliharaan daerah irigasi (DI).

Guna mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah perdesaan, telah dibangun sumur beserta jaringan air bersih di sejumlah desa.

5. Penataan Ruang

Hasil kegiatan antara lain Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah berupa tersusunnya buku dan album peta A3 sebagai dokumen teknis/akademis landasan penyusunan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selain itu juga telah terselenggara koordinasi penataan ruang daerah melalui wadah Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) dan Pokja Perencanaan serta Pokja Pemanfaatan.

6. Perencanaan Pembangunan

Perencanaan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga harus dilakukan secara matang. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain tersusunnya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), buku profil daerah, buku profil desa/kelurahan dan terselenggaranya Forum Kerjasama Pengembangan Ekonomi Daerah.

7. Perumahan

Hasil kegiatan antara lain terselenggaranya pemugaran perumahan di Kuwurejo, Suren, Semawungdaleman, Kroyo, Golok, Kalisemo, Rimun, Keburuhan, Kembangkuning, dan fasilitasi penataan lingkungan bantuan provinsi.

8. Kepemudaan dan Olahraga

Perhatian terhadap generasi muda antara lain dilakukan dengan seleksi dan pengiriman atlit pada Pekan Olah Raga Daerah (POPDA) dan Seni Pelajar; Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), serta seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Sedangkan untuk memotivasi atlet, telah diberikan tali asih kepada atlet berprestasi melalui organisasi Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo.

9. Penanaman Modal

Hasil kegiatan antara lain berupa terkoordinasikannya perencanaan dan pengembangan penanaman modal di Kabupaten Purworejo.

10. Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Hasil kegiatan antara lain terbinanya KSP/USP koperasi berprestasi, terpantaunya pengelolaan dana pemerintah pada koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan terlatihnya pengusaha kecil dan menengah. Perkembangan UMKM baik di sektor industri, perdagangan maupun aneka usaha mengalami peningkatan yakni dari 1.821 unit pada tahun 2008 menjadi 1.984 unit pada tahun 2009.

11. Kependudukan dan Catatan Sipil

Dalam rangka tertib administrasi kependudukan, diwujudkan dengan tersedianya buku register akta capil, kutipan akta capil, blangko KK, serta tersusunnya buku induk penduduk.

12. Ketenagakerjaan

Hasil kegiatannya antara lain terselenggaranya pelatihan keterampilan non institusional kejuruan las karbit, meubelair, menjahit dan batik. Selain itu juga telah terjalin perintisan kerjasama penempatan tenaga kerja dengan Pemerintah Daerah Pasaman Barat, Sumatera Barat pada 4 (empat) lokasi perusahaan yaitu PT Bakrie Pasaman Plantation, PT Wimar Grup, PT Agro Wiratamao, dan PT Pasaman Muara Sejahtera.

13. Ketahanan Pangan

Untuk menjaga ketahanan pangan di daerah telah dilaksanakan kegiatan berupa pengadaan cadangan pangan/ gabah di Kecamatan Purworejo, Bagelen dan Purwodadi; pemberian bantuan benih jagung, pupuk dan obat-obatan di Kecamatan Bagelen, Ngombol, Banyuurip, Bayan, Gebang, dan Grabag.

14. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Dalam upaya memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, telah dilakukan fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap kekerasan berupa checking kasus dan pendampingan korban, serta terbantunya anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Selain itu juga telah dilatih 80 orang tenaga pelayanan dan pendampingan korban tindak kekerasan, serta terlaksananya diklat peningkatan peran serta dan kesetaraan gender yang diikuti 50 orang.

15. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Guna membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, telah dilakukan berbagai kegiatan yang hasilnya antara lain tersedianya alat kontrasepsi implant dan obat-obatan. Sedangkan untuk pelayanan, berupa terlayaninya KB medis operasi Akseptor MOP, Akseptor MOW, serta terdeteksinya resiko tinggi pada ibu hamil. Selain itu juga terbinanya kader KB, terlatihnya tenaga pendamping kelompok bina keluarga dan terbinanya kelompok remaja di 16 kecamatan.

16. Perhubungan

Hasil kegiatan diantaranya berupa terpeliharanya traffic light (lampu lalu lintas) di 8 titik dan warning light di 25 titik. Untuk mengetahui kelaikan jalan kendaraan, telah dilakukan pengujian 3.282 buah kendaraan bermotor wajib uji. Untuk memperlancar arus keluar masuk terminal bus, telah dilakukan perbaikan jalan masuk dan akses terminal Purworejo serta pembangunan pos penjagaan.

17. Komunikasi dan Informatika

Di tengah era globalisasi, komunikasi dan informatika memiliki peran yang cukup strategis. Hasil kegiatan antara lain terselenggaranya siaran setiap hari selama 19 jam di Lembaga Penyiaran Publik Lokal Irama FM, tersosialisasikannya informasi tentang APBD dan ILPPD di media massa. Terwujudnya electronic government (e—gov) dengan memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana informasi dan komunikasi.

18. Pertanahan

Dalam rangka tertib administrasi pertanahan telah dilakukan kegiatan, dengan hasil antara lain terselesaikannya peta tanah warga sejumlah 2.250 bidang di Desa Semagung Kecamatan Bagelen; terlaksananya pendataan tanah kas desa di Kecamatan Kaligesing; serta terselesaikannya konflik pertanahan.

19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

Hasil kegiatan antara lain terlaksananya penegakan Perda, patroli wilayah, pengamanan pemilu, serta tertanganinya kasus kebakaran. Selain itu juga terlaksananya kegiatan-kegiatan pendidikan politik, wawasan kebangsaan, forum kerukunan antar umat beragama, Forum Persaudaran Bangsa Indonesia, pembinaan remaja serta pendataan dan pengawasan orang asing dan lembaga asing.

20. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi, Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian.

Hasil kegiatan antara lain:

a. terlaksananya workshop/diklat pimpinan dan anggota DPRD;

b. terlaksananya pemeriksaan operasional SKPD dan terbitnya laporan hasil pemeriksaan (LHP);

c. terlaksananya penerbitan 19 Peraturan Daerah, 78 Peraturan Bupati, 800 Keputusan Bupati dan Perjanjian Kerjasama;

d. terlaksananya evaluasi dan monitoring bantuan keuangan terhadap 530 obyek;

e. meningkatnya pelayanan administrasi masyarakat di 16 kecamatan;

f. diterbitkannya buku Nota APBD 2009, buku Perda APBD 2009, buku Perda APBD 2009;

g. terlaksananya pengadaan 517 CPNS baru;

h. terfasilitasinya Kegiatan TMMD (fisik dan non fisik) di 3 (tiga) lokasi.

21. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa program dan kegiatan. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan dilaksanakan di 15 kecamatan, yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan antara lain usaha ekonomi dalam bidang Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP), pembangunan sarana prasarana, peningkatan kualitas hidup di bidang pendidikan dan kesehatan, dan peningkatan kapasitas hidup berupa pelatihan ketrampilan. Diantara hasil kegiatan dan manfaat yang diperoleh salah satunya bidang sarana prasarana yaitu dibangunnya 2 (dua) kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Kecamatan Bruno dan Kecamatan Gebang.

Program dan kegiatan Peningkatan Potensi Kesejahteraan Sosial Masyarakat (P2KSM) di 16 kecamatan, berupa bantuan dana bergulir bagi kelompok usaha/ perorangan untuk meningkatkan usaha yang diharapkan dan perkembangan dalam usaha ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan. Program dan kegiatan P2KSM dalam perkembangannya telah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan Surat Keputusan Bupati Nomor : 188.4/725/2009 tanggal 31 Desember 2009.

22. Sosial

Hasil kegiatan di bidang sosial antara lain terlaksananya bantuan bagi orang terlantar, terbentuknya komite penanggulangan kemiskinan; terlaksananya pengadaan kursi roda, pembuatan tangan dan kaki palsu; serta terlaksananya razia pengemis gelandangan orang terlantar (PGOT)/ wanita tuna susila (WTS).

23. Kebudayaan

Sebagai daerah yang memiliki beragam seni budaya, telah dilakukan kegiatan antara lain terbinanya seni dan budaya daerah untuk 16 kecamatan; terfasilitasinya sarana pengelolaan benda cagar budaya; terselenggaranya ruwatan dan jamasan benda-benda koleksi Museum Tosan Aji; terselenggaranya festival budaya; terbinanya seni dan budaya di 16 kecamatan; terselenggaranya pementasan kesenian di PRPP Semarang.

24. Statistik

Hasil kegiatan antara lain berupa terlaksananya pemutakhiran data penduduk miskin di 49 desa, tersusunnya buku Purworejo Dalam Angka, tersusunnya buku Product Domestic Regional Bruto (PDRB) sektoral kecamatan, tersedianya buku Statistik Ekonomi Industri Hasil Tembakau (IHT).

25. Kearsipan

Mengingat pentingya kearsipan maka telah dilakukan upaya dengan hasil antara lain terlaksananya pembinaan dan pemantauan kearsipan di SKPD se Kabupaten Purworejo; terlaksananya Pengadaan Program Sistem Pengelolaan Kearsipan (SIMPOLAK), pembinaan kearsipan yang diikuti petugas dari SKPD dan sekdes di 3 kecamatan, serta terselenggaranya pengelolaan dan penataan arsip surat dan data aset.

26. Perpustakaan

Hasil kegiatan antara lain tersedianya buku perpustakaan; terlaksananya pelayanan perpustakaan umum menetap setiap hari dan pelayanan perpustakaan keliling, serta tersalurkannya bantuan pembinaan perpustakaan.

B. Urusan Pilihan

1. Kelautan dan Perikanan

Dalam upaya meningkatkan produksi ikan, telah dilakukan pembangunan sarana prasarana UPR (Unit Pembenihan Rakyat), yang terletak di Desa Brengkol Kecamatan Pituruh, Desa Mlaran Kecamatan Gebang, Desa Winong Kecamatan Kemiri, Desa Loano Kecamatan Loano, Desa Karangsari Kecamatan Bener dan Desa Nampu Kecamatan Purwodadi. Selain itu juga pengadaan peralatan perikanan yang terdiri dari peralatan sarana pengolahan kerupuk ikan, peralatan pembuatan pakan ikan dan peralatan pemasaran ikan yang berlokasi di Kelurahan Brengkelan, Kelurahan Mranti, Kelurahan Baledono, Kelurahan Katerban, Kelurahan Kutoarjo dan Desa Grabag. Sedangkan di bidang kelautan dilakukan dengan program pengembangan perikanan tangkap berupa pengadaan kapal motor tempel dan perlengkapannya untuk Desa Kertojayan Kecamatan Grabag, Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol dan Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Selain itu juga pembangunan kolam ikan air tawar di Desa Watukuro Kecamatan Purwodadi.

2. Pertanian

Untuk mewujudkan pembangunan di bidang pertanian telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain: pemberian bantuan benih jagung, benih padi, dan pupuk. Sedangkan sarana dan prasarana yang termasuk dalam alat mesin pertanian antara lain: hand traktor dan alat pembuat pupuk organik. Pada bidang perkebunan telah dilaksanakan pembagian bibit kakao, bibit jahe merah, temulawak, kaliandra, rumput gajah, cengkeh dan karet. Untuk peningkatan sarana dan prasarana/ infrastruktur pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani. Sedangkan untuk penerapan teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna telah dilaksanakan kegiatan pembuatan sumur air tanah dangkal (ATD).

3. Kehutanan

Pembangunan bidang kehutanan dilakukan melalui program rehabilitasi hutan dan lahan dengan kegiatan pembuatan bibit/benih tanaman kehutanan yang disalurkan ke masyarakat antara lain: bibit jati, bibit gamelina, dan bibit albasia. Sedangkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan telah dilaksanakan kegiatan pemberian bibit mangga dan bibit rambutan.

4. Energi dan Sumberdaya Mineral

Hasil kegiatan antara lain berupa terbinanya penambang galian C. Sedangkan untuk mengatasi kekurangan instalasi listrik yang tidak ditangani PLN telah dilaksanakan kegiatan pemasangan Jaringan Listrik Perdusunan.

5. Pariwisata

Hasil kegiatan antara lain terselenggaranya Pemilihan Bagus dan Roro Kabupaten Purworejo; pengiriman Bagus dan Roro Kabupaten Purworejo ke Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Provinsi Jawa Tengah; terbinanya kelompok sadar wisata; terselenggaranya promosi aset dan obyek wisata melalui kerjasama promosi wisata di 15 kabupaten/kota anggota Java Promo; pementasan kesenian ndolalak dan bazar produk makanan khas Purworejo di anjungan Jawa Tengah TMII dalam rangka promosi potensi wisata.

6. Industri

Dalam menghadapi pasar global, industri di Kabupaten Purworejo masih mampu menunjukkan pertumbuhan yang positif, khususnya yang berbahan baku lokal dan merupakan potensi unggulan seperti: gula kelapa/aren, bambu/kayu dan hasil hutan, makanan, logam dan industri hasil pertanian lainnya. Pembinaan di fokuskan untuk diversifikasi produk, peningkatan mutu dan bantuan peralatan agar produksinya mampu bersaing dan memenuhi keinginan konsumen. Hasil kegiatan antara lain berupa bantuan peralatan produksi dan terlatihnya pengrajin gula kelapa, aren, pengrajin batik tulis, pengrajin anyaman bambu, pengrajin IKM makanan dan pengrajin etanol.

7. Perdagangan

Pada sektor perdagangan khususnya untuk jenis barang yang telah diatur tata niaganya, sudah mampu dikendalikan. Segala penyimpangan dari pelaku usaha dapat diminimalisir, sehingga kebutuhan masyarakat tercukupi. Sedangkan untuk memfasilitasi kelancaran pemasaran produk industri dilaksanakan dengan mengikuti pasar lelang, melaksanakan misi dagang maupun pameran. Dalam rangka penyediaan sarana perdagangan yang baik, pengelolaan pasar daerah tetap diupayakan menjadi tempat usaha yang memadai dengan melaksanakan pembangunan, renovasi maupun meningkatkan K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keamanan) agar pasar daerah sebagai tempat transaksi yang nyaman mampu menyumbangkan PAD sesuai potensi yang ada. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain terlaksananya rehab Pasar Purwodadi, Pasar Winong, Pasar Pituruh, penambat hewan Pasar Hewan Kaliboto, Pasar Mundusari, dan perbaikan 3 pintu besi Pasar Kutoarjo. Selain itu juga terlaksananya pengawasan barang jasa; monitoring harga dan pemantauan pupuk bersubsidi.

8. Ketransmigrasian

Sebagai tindak lanjut kebijakan dari Pusat dan Provinsi, dimana lokasi penempatan transmigran dialihkan di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, telah terjalin kesepahaman penempatan transmigran pada 2 (dua) lokasi di Kabupaten Luwu Timur dan Gorontalo Sulawesi. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan dan penempatan kepala keluarga di kedua daerah tersebut.

III. PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Pemerintah Kabupaten Purworejo pada tahun 2009 menerima tugas pembantuan baik yang berasal dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dipergunakan untuk 23 kegiatan. Sedangkan pelaksanaan bantuan kepada kabupaten/kota yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dipergunakan untuk 74 kegiatan.

Dari pelaksanaan tugas pembantuan, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah mengupayakan / menyediakan dana pendampingan walaupun besarnya masih sangat terbatas. Dalam melaksanakan tugas-tugas pembantuan telah dilakukan berbagai kegiatan dengan hasil sebagai berikut :

a. terwujudnya peningkatan infrastruktur perdesaan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di 16 Kecamatan;

b. terwujudnya pembangunan sarana prasarana air bersih pedesaan;

c. terwujudnya pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi rawa dan jaringan pengairan lainnya berupa tersedianya jaringan irigasi di 21 daerah irigasi yang memadai, serta meningkatnya kapasitas P3A;

d. terehabilitasinya ruang kelas terdiri dari: 25 TK/RA, 1 SD, 20 SMP, 3 SMA/SMK/MA, 2 pondok pesantren, dan 1 perguruan tinggi;

e. terbangunnya sarana prasarana kesehatan berupa Askes Center;

f. terlaksananya penguatan modal usaha untuk kelompok tani;

g. tercapainya peningkatan fungsi dan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi.

IV. PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

Dalam rangka penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah menjalin kerjasama Antar Daerah yang meliputi kerjasama dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Kerjasama antar Daerah juga mencakup kerjasama antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Purworejo dengan Satuan kerja di tingkat Pusat, Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota. Kerjasama antar Daerah dilaksanakan berdasarkan pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan, yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), Naskah Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama.

  1. Kerjasama Antar Daerah

Naskah kerjasama antar daerah yang telah ditanda tangani dan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2009 antara lain :

a. Nota Kesepahaman Bersama antara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo tentang Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Pembangunan Daerah;

b. Kesepakatan Bersama antara Badan Kepegawaian Negara dan Pemerintah Kabupaten Purworejo tentang Penerapan Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE);

c. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah tentang Penerapan Program Aplikasi komputer Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Pengelolaan Gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Purworejo;

d. Naskah Perjanjian Kerjasama (NPK) Pemerintah dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk Pembiayaan dan Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri-Perdesaan) Berdasarkan Azas Tugas Pembantuan.

B. Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga

Naskah perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan Pihak Ketiga yang telah ditanda tangani pada Tahun Anggaran 2009 antara lain :

a. Perjanjian Kerjasama antara PT. Askes (Persero) Cabang Magelang dengan RSUD Saras Husada Purworejo tentang Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta Askes Wajib PT. Askes (Persero);

b. Perjanjian Kerjasama antara Dinas Kesehatan kabupaten Purworejo dengan Rumah Sakit/ Unit Pelayanan Kesehatan Swasta/ Rumah Sakit Ibu dan Anak/ Rumah Bersalin/ Bidan Praktek Swasta tentang Pelayanan Imunisasi (sebanyak 12 Perjanjian Kerjasama);

c. Perjanjian Kerjasama Operasional antara Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo dengan Lembaga Pengembangan Usaha Agribisnis dan Agroindustri Mitra Agro Mulia tentang Pendayagunaan Peralatan Pengolah Pupuk Organik di tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Tumpeng;

d. Pelaksanaan kegiatan Pengalaman Belajar Klinik (PBK) mahasiswa Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Purworejo di Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada Purworejo.

C. Koordinasi dengan Instansi Vertikal

Pemerintah Kabupaten Purworejo menjalin hubungan koordinasi dengan instansi vertikal dengan membentuk Forum Musyawarah Pimpinan Daerah. Kegiatan koordinasi ini untuk mengantisipasi dan memecahkan permasalahan-permasalahan aktual di Daerah yang meliputi bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan umum.

D. Pembinaan Batas Wilayah

Secara geografis, wilayah Kabupaten Purworejo berbatasan langsung dengan empat kabupaten yaitu: Kabupaten Kebumen di sebelah Barat, Kabupaten Magelang dan Wonosobo di sebelah Utara, dan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah Timur, serta sebelah Selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mengelola wilayah perbatasan meliputi:

1. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang untuk pengelolaan wilayah perbatasan,

2. Menyelesaikan Verifikasi Penegasan Batas Wilayah Administrasi dengan Kabupaten Wonosobo dengan koordinasi dan konsultasi dengan Dirjend PUM Kementerian Dalam Negeri.

3. Merintis Penegasan Batas Wilayah Administrasi dengan Kabupaten Magelang.

E. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana

Pada tahun 2009 di Kabupaten Purworejo telah terjadi sejumlah bencana yang masih berstatus lokal. Adapun bencana tersebut antara lain:

1.Tanah longsor : 140 kali

2. Angin Topan : 87 kali

3. Banjir : 3 kali

4. Kebakaran : 19 kali

Dalam penanganan kejadian bencana beberapa langkah penanggulangan yang ditempuh adalah:

· melaksanakan kooordinasi dengan SKPD terkait, Camat dan Kepala Desa/ Kepala Kelurahan.

· sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah rawan bencana, pelatihan–pelatihan petugas penanggulangan bencana.

· kegiatan tanggap darurat pada saat terjadi bencana yang berupa evakuasi korban jiwa / harta benda, pendataan kejadian bencana, memberikan bantuan tanggap darurat, perbaikan perumahan dan normalisasi sarana dan prasarana umum.

· kegiatan rehabilitasi, rekonstuksi dan relokasi dalam kerangka normalisasi pasca bencana.

F. Penyelenggaraan Ketentraman Dan Ketertiban Umum

Dalam penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, telah melaksanakan koordinasi yang efektif dengan jajaran aparat keamanan, sehingga kondisidaerah senantiasa kondusif, aman dan terkendali.

V. PENUTUP

Selama Tahun 2009, Kabupaten Purworejo mampu menorehkan sejumlah prestasi yang layak dibanggakan, antara lain:

1. Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas kinerja Kabupaten Purworejo yang mampu meningkatkan produksi padi;

2. Penetapan Kabupaten Purworejo sebagai ikon program reformasi agraria tingkat nasional oleh Badan pertanahan Nasional;

3. Tenaga Kesehatan Teladan atas nama drg. Dhanni Gustiana, Kepala Puskesmas Seborokrapyak;

4. Juara II Lomba Ketrampilan Siswa SMK XVII bidang nautika atas nama Dimas Setya N, dari SMK Negeri 4 Purworejo;

5. Juara II Festival dan Lomba Seni Siswa bidang Seni Poster atas nama Novinda Ades W, dari SMK Negeri 1 Purworejo;

6. Juara III Olympiade Olahraga Siswa Nasional cabang karate atas nama Surya Saputra dari SMA Pius Bayan;

7. Juara III Lomba Ketrampilan Siswa SMK XVII bidang beauty therapy atas nama Galih Sekar Ayu dari SMK Negeri 3 Purworejo;

8. Juara III Paramedik Kesehatan Hewan atas nama Tugiman, staf pada Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan Kabupaten Purworejo;

9. Finalis Guru Berprestasi 2009 atas nama Partinem SPd;

10. Pemuda Andalan Nusantara (PANDU) Bidang Seni dan Budaya atas nama Rianto Purnomo dari Desa Kalirejo Kecamatan Bagelen.

Kami menyadari di samping capaian keberhasilan sebagaimana tersebut diatas, dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun 2009, masih terdapat program/kegiatan yang hasilnya belum maksimal, hal tersebut menjadi catatan bagi kami untuk senantiasa mengadakan koreksi/perbaikan.

Sedangkan mengenai keberhasilan yang telah kita capai, kesemuanya itu merupakan hasil kerja keras kolektif dari jajaran pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Oleh karena itu kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan masyarakat.

Semoga keberhasilan yang telah dicapai dapat menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo. Selanjutnya atas segala kekurangan kami mohon maaf, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan lahir bathin kepada kita untuk terus meningkatkan semangat juang membangun Kabupaten Purworejo agar semakin maju, berdaya saing, lestari dan sejahtera, sehingga mampu menapak hari esok yang lebih baik, Amin.

Sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Purworejo, 31 Maret 2010

WAKIL BUPATI PURWOREJO,

 

Drs. H. MAHSUN ZAIN

 

Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 08 Juni 2010 13:27)

 

SIM-SIM Internal

SIM Perencanaan Pembangunan

sippd.purworejokab.go.id