Get Adobe Flash player
Home News Seputar Kesehatan Mamin Kedaluwarsa Masih Dipajang Di Etalase

Mamin Kedaluwarsa Masih Dipajang Di Etalase

Makanan dan minuman (Mamin) yang sudah kedaluwarsa masih ditemukan, bahkan masih dipajang pada etalase. Penemuannya berupa susu cair siap konsumsi kemasan botol kecil, mie instan, kue basah, dan sejenisnya. Penemuan mamin kedaluwarsa itu dalam rangka kegiatan    Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Keamanan Pangan Beredar (PPTKPB), yang dipusatkan di Pasar Suronegaran Purworejo.

 

PPTKPB tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang melibatkan Polres, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Bagian Humas Setda. Pengawasan di sejumlah kios menemukan mamin kedaluwarsa sebanyak 15 susu cair siap konsumsi kemasan botol kecil, 20 mie instan, satu bal kue basah yang masih dipajang.

Sejumlah pedagang yang ketahuan masih memajang makanan minuman kedaluwarsa beralasan makanan tersebut tidak dijual dan akan segera direturn. Disamping penemuan mamin kedaluwarsa itu, Tim PPTKPB juga menemukan bleng (borak) warna kuning dan putih yang dicurigai mengandung zat kimia berbahaya. Pengguna bleng biasanya untuk mengenyalkan, merenyahkan, dan mengempukkan.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Ekaningtyas Skep Mers MM menyayangkan, dengan masih dipajangnya makanan kedaluwarsa berarti masih dijual juga. “Maka kami meminta pedagang untuk menyingkirkan makanan dan minuman kedaluwarsa, sehingga tidak terpajang di etalase. Sedangkan bleng kami mengambil sampel dua jenis bleng warna kuning dan warna putih untuk dilakukan uji lab, untuk mengetahui ada tidaknya kandungan zat kimia berbahaya,” jelasnya.

Selain temuan tersebut, tim PPTKPB juga mendapati beberapa hal yang tidak sesuai standar sehat, antara lain sejumlah pangan kemasan tanpa ijin edar atau makanan tidak berlabel (polosan), susu kaleng yang kemasannya rusak, makanan minuman yang tidak disertakan masa kedaluwarsa. Juga penataan  sejumlah makanan dan minuman yang dicampur dengan komoditi berbahan kimia seperti sabun, shampo, pasta gigi dan lain-lain.

“Kami memberikan pembinaan langsung kepada pedagang tentang penataan yang benar, dan pedagang juga harus hati-hati, sebisa mungkin jangan mengedarkan makanan polosan, nantinya jika ada masalah, kita tidak bisa mendeteksi makanan itu dan akhirnya yang disalahkan adalah pedagang. Harapannya pedagang berjualan dengan sajian yang aman, dan pembeli atau konsumen juga memperoleh makanan yang sehat aman untuk konsumsi,” harapnya.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 85 tamu online