Get Adobe Flash player

Instansi Eksternal

dwp-purworejo.org

kwarcabpurworejo.org

pa-purworejo.go.id

pn-purworejo.go.id

indonesia.go.id

bappenas.go.id

Alamat dan Telepon

Daftar Telpon Penting
(Kode telpon 0275) Purworejo
PEMDA 321012
POLRES 110
RSUD 321118
PLN 321043
Telkom 162
PDAM 321050
PMI
321348
PEMADAM
324218/324219
SATLAK PBA
323850
POS
161
Home Pariwisata Wisata Alam

Wisata Alam

Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh + 20 km ke arah Timur dari pusat kota Purworejo dengan ketinggian 700 m dpl sehingga udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus berupa ornamen yang terdapat di dalam goa, antara lain staklatit, staklamit, flowstone, helekit, soda straw, gower dam dan dinding-dindingnya berornamen seperti kerangka ikan. Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150-300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat menakjubkan ini menjadi semakin terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa dan Dewi seberat 1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang sekarang arca tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Pariwisata

Tempat lain yang juga terkait dengan sejarah Kabupaten Purworejo adalah Goa Seplawan, yang berada di wilayah Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing. Goa ini menjadi istimewa karena disebut-sebut dalam Prasasti Kayu Arahiwang. Dalam prasasti itu dengan jelas disebutkan bahwa salah satu tempat yang harus dijaga karena kesuciannya adalah Goa Seplawan.

Dan agaknya hal itu memang benar. Karena saat pertama kali ditemukan pada tanggal 28 Agustus 1979, di dalam salah satu lorong goa ditemukan sebuah arca sepasang dewa dewi yang terbuat dari emas murni. Keberadaan patung sepasang dewa dewi yang tak lain adalah Dewa Syiwa dan Dewi Parwati ( seberat 1,5 kg ) tersebut, menunjukkan kalau Goa Seplawan sebelumnya dijadikan sebagai tempat pemujaan.

Patung itu kemudian dibawa ke Jakarta dan disimpan di Musium Nasional Jakarta. Sebagai gantinya pemerintah membuatkan replika patung itu tepat di depan mulut goa. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa goa ini pada dasarnya adalah tempat suci yang disakralkan oleh masyarakat pada zaman dulu. Selain sakral, goa ini juga memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Hamparan stalaktit dan stalagnit di setiap lorong goa, menciptakan kesan tersendiri bagi para pengunjung goa. Tak hanya itu gemericik air yang menetes dari bebatuan penyusun goa mampu menenangkan hati siapapun yang masuk ke dalamnya.

Goa ini memiliki panjang + 700 meter dengan cabang-cabang goa sekitar 150 – 300 meter dan berdiameter 15 meter. Sehingga untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus menyusuri anak tangga menurun yang cukup melalahkan. Yang mana rasa lelah itu akan segera hilang begitu mulai memasuki mulut goa. Sebab dari mulut goa itu saja keindahan ukiran batu di dalam goa sudah terlihat jelas.

Makanya tak heran kalau pengunjung betah berlama-lama tinggal di dalam goa tersebut. Bahkan terkadang ada orang yang sengaja masuk dan tinggal selama beberapa hari di dalam goa untuk melakukan ritual. Dan hal ini bisa diketahui dari aroma hioswa dan minyak wangi yang menyeruak dari salah satu ruangan di dalam gua tersebut. Karena agaknya ruangan tersebut memang kerap dipakai untuk menggelar ritual.

Ritual di dalam goa itu sebenarnya adalah rangkaian dari ritual yang biasa dilakukan di Candi Gondoarum yang berada tidak jauh dari Goa Seplawan. Candi Gondoarum sendiri saat ini nyaris tak berbentuk lagi. Yang tersisa hanyalah bekas-bekas pondasi dasar candi, yang sepintas terlihat mirip batu biasa yang berserakan. Hanya saja yang membedakan adalah, adanya beberapa guratan ukiran pada beberapa sisi batu yang bila dirangkai bisa saling berhubungan.

“ Candi ini diduga lebih tua dari pada Candi Borobudur. Dan disebut Gondoarum karena waktu lingga yoninya diangkat, keluar semerbak bau harum. Sehingga sampai sekarang tidak ada orang yang berani berbuat jelek di tempat ini. “

Letak lingga yoni itu sendiri tepat di samping candi, dan sekarang telah dibuatkan satu cungkup sederhana untuk melindunginya. Sebenarnya pihak museum berniat mengamankan benda itu. Namun sepertinya “ penunggu “nya tidak mengijinkan. Sehingga sampai sekarang batu yang merupakan simbol penyatuan kehidupan tersebut tetap dibiarkan di tempat semula.

Kambing Disamping Potensi Wisata Goa Seplawan di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing juga terdapat Potensi Hasil Ternak yaitu Hasil Ternak Kabing Etawa. Kabing Perankan Etawa ( PE ) merupakan keturunan kambing Etawa asal India yang dibawa oleh penjajah Belanda yang kemudian disilangkan dengan kambing lokal di Kaligesing. Pada saat ini kambing PE ini dikenal sebagai Ras Kambing Peranakan Etawa asli Kaligesing Purworejo.

Menurut perkembangannya kambing PE menyebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo bahkan keluar Purworejo ( Kulon Progo, Kendal, Sidoarjo Jatim ). Kambing PE ini mempunyai ciri khas yaitu : bentuk muka cembung, telinga panjang menggantung, postur tubuh tinggi ( gumba ) 90 – 110 cm, bertanduk panjang dan ramping. Kambing berkembang dengan baik panjang dan besar, warna bulu beragam belang putih, merah coklat, bercak-bercak hitam atau kombinasi ketiganya, dan pada bagian belakang terdapat bulu yang lebat dan panjang.

Dalam waktu yang tidak lama lagi kawasan gua ini akan dikembangkan menjadi sarana olah raga seperti layang gantung ( gantole ), camping, hiking, panjat tebing, dan keadaan alam sekitarnya sangat mendukung untuk kegiatan avonturir.
 

Komentar  

 
0 #39 toyo wong dudu 2013-09-05 09:40
Kelingan ning kampung,suasana ne isih adem ayem..
PADU PUBER = Persaudaraan Anak Dudu Purdjo Berirama.
Salam Urut Sewu,,,,,,!!
Quote
 
 
+1 #38 Jual Rumah 2013-02-19 13:15
Kalau mau ke Goa ini, baiknya naik apa yah? Sudah ada angkutan umun belum? Terima kasih.
Quote
 
 
0 #37 orang jogja 2013-02-14 21:57
Ada yg tau alamat pusat perbelanjaan di purworejo :-* ;-) :-) :o
Quote
 
 
+1 #36 Basilius 2013-01-20 09:57
Kalau seupama pesan ini memang dilihat oleh Pemkab, alun2 itu diberi taman sedikit saja, diberi pagupon(kandang burung) biar lebih terlihat hijau. mengingat, akhir2 ini pembangunan jalan justru menghilangkan pohon2 perindang jalan. untuk publikasi tempat wisata, berikan kesempatan pada pengembangnya untuk mempublikasikan nya....
Quote
 
 
0 #35 etty ratna 2012-12-29 13:42
dikasih video tron ( tv / layar besar kayak di magelang ,jogja ,ma wonosobo) itu pasti lebih keren lagi ... :D :P
trus tatanan di alun* harus dirapiin lebih bagus lagi ...
Quote
 
 
0 #34 nie laa 2012-12-11 20:20
kalo pengin jadi kab.kaya...urusin dg objek wisata sebagai omset devisa,,
Quote
 
 
0 #33 Berita Terbaru 2012-11-03 13:48
kambing siapa itu yaw.. pasti mahal hargnya.. :)..
Quote
 
 
+1 #32 rossi 2012-10-29 11:37
bagi siapa aja yang suka touring, boleh coba tuh jalanan ke kali gesing, tanjakannya itu loh..... kalo mau kesana cek dulu kesehatan motor (rem, ban, mesin kudu sehat) disana juga ada pengobatan alternatif yang ok banget. namanya pak min, alamatnya di dono rejo,kali gesing, purworejo. aku punya pengalaman, aku pusing 2 hari gak sembuh2, aku periksa kesana dan langsung ditangani ( kepala atas bagian kiri dioperasi anehnya tidak keluar darah sama sekali, disobek dibersihkan batok kepalanya (batok kepala yang tadinya putih jadi warna hitam), diangkat lemak dan tumornya trus ditutup lagi dan selesai) itu semua cuma butuh waktu 2 menit. hasilnya sudah 3 mingguan tidak pernah pusing lagi. kecuali m****k angin. biaya juga sangat terjangkau alias sak ikhlase. :roll:
Quote
 
 
+1 #31 niko 2012-10-11 10:12
suasan emang sejuk lebih ke dingin di musim hujan
masih asri , banyak pohon
tapi jalan menuju kesananya itu yang bikin pikir pikir lagi :sad:
tanjakan melebihi dataran tinggi dieng
bagi yang ingin kesana mohon untuk mengecek kendaraanya
karena banyak yang mogok di tengah tengah tanjakan terutama mobil.

have a nice holiday
Quote
 
 
0 #30 Wiji Wicaksono 2012-09-17 17:09
Pinarak Purworejo, visit Jateng
Ayo kita buat website wisata di Kabupaten Purworejo tercinta :)
Quote
 

Tambah komentar


Security code
Refresh

Iklan

SIM-SIM Internal

SIM Perencanaan Pembangunan

sippd.purworejokab.go.id